Senja pernah kehilangan banyak hal—cita-cita, keyakinan, dan sebagian dari dirinya sendiri. Saat tak banyak lagi yang bisa digenggam, ia memilih bertahan pada satu harapan. Hingga harapan itu justru berubah menjadi luka. Di tengah usahanya untuk melepaskan, sebuah keisengan mempertemukannya dengan seseorang yang datang tanpa janji manis, hanya membawa satu hal yang selama ini tak pernah ia dapatkan: kepastian. Keseriusan laki-laki itu bahkan membawanya sampai ke hadapan keluarga Senja. Mungkinkah ia adalah jawaban dari doa-doa yang selama ini Senja panjatkan? Atau justru... hatinya masih menunggu seseorang yang belum benar-benar ia lepaskan?
Suka & komentar per bab tersedia di halaman baca tiap bab.
Belum ada ulasan.